Masuk Surga Lewat Kotak Amal

kotak-amalSambil mendengar ceramah Jumat, kotak amal milik masjidpun beredar. Saya masih ingat betul bahwa hari itu adalah tanggal gajian, so pasti masih banyak duit ada di tangan.

Kotak amal sudah mendekat, kira-kira berjarak 4 orang dari arah kanan saya. Sayapun mulai merogoh saku kemeja, ketika kotak berwarna hijau itu menyentuh lutut kanan saya. Seratus ribu rupiah tanpa diduga tercabut oleh tangan saya, ”ah kotak amal saja kok harus Rp 100 ribu, gak worthed lah”, ucap kata hati saya.

Saya masukkan lagi selembar seratus ribuan itu dan untungnya jamaah kanan-kiri saya masih tidur dengan nyenyaknya. Saya mulai mencari uang pengganti dan tercabutlah selembar lima puluh ribu an, ”ah kotak amal kok Rp. 50 ribu, gak worthed”, kata hati saya lagi. Dan seterusnya hingga tercabutlah selembar uang seribuan, yang sudah lusuh, agak sobek dan bau pula! “Nah ini dia yang saya maksud!”.

Sambil memasukkan uang seribuan tadi, sayapun berdoa, “bismillah mudah-mudahan saya masuk surga….”. Sesaat setelah uang mendarat di dasar kotak amal, suara lantangpun terdengar ditelinga saya, “gak worthed bro, masuk surga kok cuman seceng!!!”. Itu mungkin suara Malaikat ngambek.

Masih relevan dengan Tebar Tuai, sangatlah tidak worthed ketika kita mau masuk surga dengan modal hanya seribu rupiah.

“Ingin mendapatkan hasil yang dahsyat tidak cukup dengan upaya layaknya paket super hemat”

Leave a Comment